Kala Pengiriman Fisik Turun, Nilai Ekspor Nikel RI Tetap Cetak Lonjakan 69,3 Persen
By Admin

Ilustrasi Nikel
nusakini.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk nikel Indonesia pada semester pertama 2026 mengalami penyusutan secara volume, namun sukses mencetak lonjakan dari sisi nilai transaksi. Berdasarkan rilis data pada Rabu (5/8/2026), nilai ekspor tersebut mencapai US$6,54 miliar atau melesat 69,3 persen secara tahunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, membenarkan adanya anomali antara penurunan pengiriman fisik dan kenaikan nilai devisa tersebut. "Nikel dan barang daripadanya mengalami kenaikan nilai ekspor 69,30 persen, meski volumenya turun 12,14 persen," ujar Ateng.
Menanggapi fenomena rilis data ini, Analis komoditas Wahyu Laksono menilai bahwa lonjakan nilai dipengaruhi oleh sentimen pemulihan harga logam di pasar internasional. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Senin (10/8/2026), yang sejalan dengan laporan fluktuasi harga nikel global akhir-akhir ini.
Wahyu juga menegaskan bahwa arah kebijakan hilirisasi berhasil memaksa produk ekspor beralih secara bertahap ke komponen bernilai lebih tinggi. “Faktor pemulihan permintaan global di sektor kendaraan listrik dan baja nirkarat atau stainless steel turut mendongkrak nilai transaksi kendati secara volume fisik pengapalan mengalami koreksi,” kata Wahyu. (*)